Kamis, 19 April 2012

Pergumulan Intern PKS, antara Koalisi dan Oposisi

Jakarta – Pengamatan politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Ary Dwipayana menyebutkan, terjadi pergumulan di internal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yakni antara kubu Keadilan dan Sejahtera, terkait sikap PKS, oposisi atau tetap koalisi.

Penilaian tersebut disampaikan Ary, saat diskusi bertajuk "Koalisi Rasa Oposisi" di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/4). Menurutnya, Kubu Sejahtera lebih menginginkan ada di parlemen ketimbang Kubu Keadilan yang  lebih memilih pada basis ideologi PKS. Kubu Sejahtera tidak mau ngotot keluar dan memilih tetap bersana Pemerintahan SBY karena menikmati sumber daya akses politik.

Ari mengungkapkan, sumber daya akses politik yang dinikmati Kubu Sejahtera, di antaranya, menikmati akses ekonomi dengan terlibat di komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sehingga kubu ini lebih menunggu keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ketimbang menarik diri dari koalisi.

Menurur Ary, pergumulan intern menjadikan  pemilih tradisional PKS keluar partai karena melihat kader partai ini telah  berubah, sehingga Kubu Keadian memilih keluar dari koalisi Sekretariat Gabungan (Setgab) dan ingin menarik para pemilih tradisionalnya.

Imbasnya, jika sikap PKS lebih mengikuti Kubu Keadilan, yakni keluar dari koalisi akan berpengaruh ke Partai Demokrat. Pasalnya, tidak ada jaminan bagi Demokrat, Golkar akan mendukung Pemerintahan SBY hingga 2014. Contohnya, kasus Bank Century dan mafia pajak, Golkar memilih berseberangan dengan Demokrat.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Happy Bone Zulkarnaen mengatakan, koalisi yang dibangun dalam  Sekretariat Gabungan (Setgab) bukanlah harga mati.

“Kita mitra patnership dan lebih pada kepentingan rakyat. Koalisi yang dibangun koalisi politik dan bukan koalisi hukum. Persoalannya, apakah yang disampaikan PKS meyakinkan dan apakah memiliki parameter," ujar Happy. [IS]


Copy right : http://www.gatra.com/nasional-cp/1-nasional/11048-pergumulan-intern-pks-antara-koalisi-dan-oposisi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar